Bayi Positif Corona yang Meninggal di Sulut Berasal dari Keluarga Pra Sejahtera

130
Foto ilustrasi. /ist

Manado, MEDGO SULUT – Bayi laki-laki berusia satu tahun asal Kota Manado yang dinyatakan positif Covid-19, meninggal dunia pada Minggu (17/5/2020) kemarin.

Jubir Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel mengatakan, balita yang tercatat dengan nomor register kasus ke-93 di Sulut itu, menjadi kasus ketujuh pasien positif corona yang meninggal di Sulut.

“Ada satu pasien yang meninggal, yaitu Pasien 93; bayi laki-laki umur 1 tahun 10 bulan asal Manado, tidak ada riwayat kemana-mana,” terang Dandel via Video Conference, Minggu (17/05/2020) malam.

Menurut Dandel, balita (Pasien 93) ini, selain terjangkit Covid-19, bayi tersebut memiliki penyakit penyerta lain.

“Berupa pneumonia dan kurang gizi, maka akhirnya meninggal di RSUP Prof Kandou Manado,” pungkasnya.

Dari penelusuran awak media, diperoleh informasi bayi lelaki yang berinisial “JW” ini berasal dari keluarga Pra Sejahtera (miskin) dan berdomisili di Kelurahan Bumi Beringin Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Baca juga: Bayi 1 Tahun Positif Corona di Sulut Meninggal Dunia

Keluarga yang luput dari perhatian warga ini, menjadi buah bibir saat kematian bayi mereka yang terpapar positif covid 19.

Salah seorang warga kelurahan bumi beringin yang namanya tidak ingin diberitakan berhasil dimintai informasi, mengatakan bahwa keluarga bayi tersebut merupakan keluarga pra sejahtera (miskin)

“Ayah dari balita tersebut hanya seorang buruh bangunan dan anak bungsu dari enam bersaudara ini hanya makan bubur saring setiap hari, dan mereka tinggal beberapa keluarga dalam satu rumah,” kata sumber, dilansir dari cahayasiang.

Lurah Bumi Beringin Sandra Oroh yang dihubungi wartawan mengatakan Pemerintah Kelurahan telah melakukan upaya dalam rangka pencegahan pasca kematian bayi tersebut.

“Kami telah memberi pengarahan kepada keluarga untuk diperiksa melalui rapid test besok (18/5), kami sudah koordinasi dengan Puskesmas Wenang untuk pelaksanaan tracing besok,” kata Sandra.

Selain memberi pengarahan, Lurah Oroh, beberapa kepala lingkungan, serta sebagian warga, berempati membantu keluarga dengan akan menyiapkan sembako khusus kepada mereka sebagai korban Covid-19.

“Kebetulan mereka juga adalah penerima bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dari Kementerian Sosial,” ungkap Lurah Oroh

Sementara, Camat Wenang Desi Kalalo mengatakan, kasus kematian bayi yang terkonfirmasi positif ini adalah kasus korban pertama yang meninggal akibat corona di Kecamatan Wenang.

“Saya akan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan Bumi Beringin untuk melakukan pencegahan dan penanganan di wilayah tersebut. Sebelumnya ada juga korban PDP yang meninggal di sana,” ujar Kalalo.

(*/MDG-09)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here