Bayi Usia 15 Hari Ini Tetap Sehat Meski Minum ASI dari Ibu yang Positif Corona

  • Bagikan
Bayi Zidan bersama Ibunya. /ist

Kotamobagu, MEDGO SULUT – Berbagai kisah seputar pandemi virus corona (COVID-19) terus mewarnai dunia. Salah satunya adalah kisah ajaib dari seorang bayi berusia 15 hari asal Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Bayi bernama Zidan ini, harus dirawat dan menyusui dari ibunya yang sudah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Namun begitu, Zidan tetap sehat dan tidak terpapar virus ‘mematikan’ itu.

Salah satu yang membagikan kisah bayi Zidan, yaitu akun facebook Fitri Laudengi pada Sabtu (9/5/2020) pukul 17.35.

LIHAT JUGA  Update Virus Corona 15 Mei 2020, Sulut 105 Kasus Positif

“Bayi ini namanya Zidan, bayi yang kuat umur 15 hari, dirawat dan menyusui dari asi ibunya yg positif covid19 selama 3minggu di RS Ktg, hasil dari 2x swab test zidab adalah negatif.. Zidan tidak pernah terpapar covid.. Dan kini ibunya juga telah dinyatakan sembuh dari virus mematikan ini.. Alhamdulillah, sungguh besar kuasamu Yaa Rabb 😇😇😇,” bunyi caption gambar yang diposting Fitri.

Selain Zidan, akun tersebut mengabarkan seorang balita bernama Safira, yang sempat divonis mengidap corona namun kini telah sembuh.

LIHAT JUGA  Sasaran Fisik Jambanisasi Juga Mulai Dikebut Satgas TMMD

“Ada juga ade Safira balita 5thn positif covid19 dirawat tanpa ada gejala sedikitpun.. dinyatakan sembuh setelah hasil swab tesk ke 3 & 4 negatif.. alhamdulillah anak2 yg kuat dan sehat 😇😇😇😇.”

Dalam postingannya, Fitri menuliskan, tidak ada satu pun musibah yang menimpa seorang Muslim berupa duri atau yang semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya. Alhamdulillah mereka bisa berkumpul lagi dgn keluarga 😇😘.

Untuk diketahui, ibunya Zidan bersama 4 pasien lainnya di Kotamobagu, sudah dinyatakan sembuh dari virus corona pada Sabtu (9/5/2020).

LIHAT JUGA  Ketambahan 2, Kasus Positif Corona di Sulut Jadi 47

Saat ini kelimanya sudah kembali ke rumah masing-masing dan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

(MDG-09)

  • Bagikan

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *