“Database Anggota Polri Bocor Adalah Informasi Hoax”

65
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono.

Jakarta, MEDGO SULUT – Informasi terkait pembobolan database anggota Polri, dibantah lembaga korps Bhayangkara.

Polri memastikan informasi tersebut hoax. Sebab, variabel yang ada dalam screenshot yang tersebar di media sosial berbeda dengan yang dimiliki institusinya.

“Perlu kami sampaikan bahwasanya hal tersebut merupakan kebohongan atau hoax yang tidak terbukti. Polri sudah memastikan bahwa tidak ada pembobolan data SIPP atau Sistem Informasi Personel Polri karena variabel screenshot yang beredar di media sosial tidak sama dengan yang digunakan oleh SSDM Polri saat ini,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, Selasa (16/6/2020).

BrigjejnAwi mengatakan hingga kini Dittipidsiber Bareskrim Polri masih melakukan penyelidikan terkait hoax tersebut. Polisi juga mendalami motif dan pelaku pelaku di balik hoax tersebut.

“Sampai dengan saat ini Dittipidsiber masih melakukan pendalaman dan melakukan penyelidikan terhadap pelaku serta motif dari penyebar hoax database anggota Polri tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Polisi melakukan penyelidikan atas posting-an pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, di akun Twitter-nya, @secgron. Teguh mem-posting informasi soal adanya pembobolan data seluruh anggota Polri.

Teguh lewat akun @secgron mencuit ada seseorang yang mengklaim berhasil membobol data seluruh anggota Polri. Dia mengatakan pihak pembobol data tersebut dapat mengakses, mencari, dan mengganti data anggota Polri.

Dalam posting-annya, Teguh menyertakan dua gambar. Gambar pertama menampilkan data diri plus foto seorang polisi. Gambar kedua menampilkan iklan penjualan data anggota Polri di internet.

 

[*/MDG-09]

Sumber: humas.polri.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here