DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Lagi Penerapan PSBB

17
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat di doorstop wartawan di selasar Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2020). Foto : Yoga/Man

Jakarta, (MEDGO.ID) — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), apabila angka penyebaran virus Corona (Covid-19) terus meningkat. Hal itu disampaikan Dasco mengingat dalam beberapa hari terakhir kasus positif virus Corona di sejumlah wilayah Indonesia terus mengalami peningkatan cukup pesat.

“Salah satunya kemungkinan yang perlu dipertimbangkan kembali adalah pengetatan PSBB di sejumlah daerah yang tingkat penyebarannya tinggi,” kata Dasco kepada wartawan di selasar Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2020). Menurut Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) itu, kebijakan Pemerintah harus dinamis seiring perkembangan penyebaran virus Covid-19.

“Jadi, kita tidak bilang bahwa ada pemerintah daerah yang gagal, tetapi karena virusnya dinamis, ya kita harus juga dinamis mempersiapkan beberapa opsi protokol,” ucap politisi F-Gerindra itu. Dasco menuturkan, selama virus Covid-19 belum ditemukan vaksinnya, maka penyebarannya juga harus disikapi dinamis. Apalagi potensi penyebaran di sejumlah wilayah Indonesia diprediksi masih cukup tinggi.

“Karena itu Pemerintah juga harus menyiapkan beberapa opsi protokol kesehatan, karena hampir di seluruh negara saat ini belum ada yang pasti bagaimana cara penanganan virus Covid-19 yang dinamis ini,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pekan lalu Indonesia melaporkan penambahan tertinggi harian, yakni 2.657 kasus Covid-19 dalam sehari. Penambahan jumlah kasus positif tersebut merupakan terbanyak sepanjang kasus pertama ditemukan pada Maret lalu. Bahkan, Minggu (12/7/2020), jumlah penambahan pasien Covid-19 di DKI Jakarta juga memecahkan rekor, yakni sebanyak 404 kasus. Kini, total kasus terkonfirmasi secara nasional per Senin (13/7/2020) ini sebanyak 75.699 kasus. (Humas DPR/ann/sf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here