Hidup Sebatang Kara, Pria Manado Ditemukan tak bernyawa di Pasar Kota Ambon

  • Bagikan
Pria Manado Sebatang Kara Ditemukan Tak Bernyawa di Pasar Gotong Royong Kota ambon

Ambon, MEDGO.ID – Tepatnya di lantai 3 Pasar Gotong Royong Kelurahan Hunipopu, Kecamatan Sirimau Kota Ambon,  ditemukan sesosok jenazah tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki yang terbujur kaku, dengan diselimuti kain berwarna coklat tanpa menggunakan pakaian. Korban saat ditemukan warga sekitar pukul 04 : 45 wita Minggu (24/04/2022)

Kasi Humas Polresta Ambon IPDA Moyo Utomo kepada awak media menjelaskan menurut saksi Freno Armando (24) yang adalah seorang pengamen yang biasa ngamen di pasar tersebut mengatakan bahwa awalnya saksi hendak membawa tas samping milik korban ke tempat dimana korban tidur pada lantai 3 pasar Gotong royong.

LIHAT JUGA  AMS Dorong Cafe Ramadan Boulevard Sindulang jadi UMKM

Saat saksi tiba di tempat dimana biasanya korban tidur, saksi merasa terlalu gelap sehingga saksi lalu memanggil salah satu rekannya Bahar (42) yang aktifitasnya sebagai juru parkir.

Saat kedua saksi tiba di kamar korban, saksi melihat korban sudah tar bergerak, sehingga saksi Freno lansung menyampaikan pada saksi yang satu bahwa dia (korban) sudah meninggal.” tutur Utama.

Dikatakannya, setelah itu saksi juga memanggil rekannya yang lain guna datang untuk memegang nadi korban akhirnya di ketahui korban sudah meninggal. Selanjutnya pada pukul 05.00 Wit. Personil Polsek Sirimau bersama dengan personil Unit Identifikasi Polresta Ambon turun TKP guna mengamankan TKP dan melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban.

LIHAT JUGA  Olly Dondokambey : APBD-P 2020 Masih Fokus Tangani Covid

Setelah itu Jenazah dibawa ke Ruang Jenazah RSB Tantui Ambon guna di lakukan pemeriksaan terhadap Jenazah. Korban tidak memiliki identitas lengkap, namun rekan-rekan korban biasa memanggil Korban dengan Sebutan Meno/Manado. Selain itu korban juga tidak memilik keluarga di Kota Ambon karena korban berasal dari Kota Manado.

Dugaan sementara korban meninggal dunia diakibatkan korban sering mengalami sakit sampai dengan terjadi pembengkakan pada tubuh milik korban.” jelasnya.

Menurut keterangan rekan-rekan korban, bahwa pada Bulan Oktober Tahun 2021 korban yang berasal dari Manado dan hendak menuju kota Tual untuk bekerja, namun pada saat tiba di pelabuhan Yossudarso Ambon dompet milik korban dicuri oleh OTK sehingga korban tak dapat melanjutkan perjalanannya ke kota Tual.” ujarnya.

LIHAT JUGA  Besok, Pos Kontrol Covid-19 di Pintu Masuk Manado Dihentikan

Setelah di selidiki oleh pihak Polresta Ambon ternyata korban memiliki keluarga di Kudamati, dan saat di temui keluarga korban menolak otopsi dan siap di makamkan oleh pihak keluarga, korban bernama Stev Nelson Riupassa, kelahiran 1986. (Rdks)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *