Ini Aplikasi untuk Monitor Pelaksanaan PSBB

85

Gorontalo, MEDGO SULUT – PSBB tak asing lagi ditelinga masyarakat, ditengah Pandemi Covid-19. Sebab setiap hari kita diperdengarkan, tentang Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini.

Tujuannya tak lain agar, kontak langsung antar manusia dapat dicegat, dengan menerapkan PSBB tersebut. Sosial distancing dan psycal distancing merupakan tujuan utama dalam PSBB diberbagai daerah.

Disejumlah daerah telah menerapkan PSBB, DKI Jakarta, Jatim dan daerah tetangga Sulawesi Utara yakni Provinsi Gorontalo secara resmi telah mendapatkan persetujuan darr Menkes untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar. Ini berlaku sejak 4 Mei 2020 sampai 18 Mei 2020. dalam Pergub tentang PSBB Surat Keputusan Gubernur Giorontalo No. 152/33/V/2020 dan Peraturan Gubernur No. 15 Tahun 2020, yang mulai berlaku pada Senin, 4 Mei 2020.

PSBB tersbut sejak berlaku  ada masa tenggang 3 hari untuk sosialisasi kepada masyarakat, sehingga efektif berlaku Kamis 7 mei 2020.

Namun yang menarik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) meluncurkan sebuah aplikasi Monitoring PSBB (Pembatasan Sosial Bersakla Besar), pada Senin (4/5).  Tujuannya, agar dalam penerapan PSBB di Provinsi Gorontalo, resko gagalnya dapat diminimalisir dengan adanya alikasi ini.

Menurut Rektor UNG, Dr. Eduart Wolok, bahwa aplikasi ini dirancang oleh  Crisis Center Covid-19 UNG, sebagai kontribusi perguruan tinggi dalam membantu pemerintah daerah untuk rangka monitoring pemberlakukan PSBB tersebut. UNG akan menyampaikan aplikasi ini ke Gubernur Gorontalo untuk bisa dijadikan instrumen monitoring.

“Aplikasi ini untuk sebagai tindak lanjut Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai PSBB pada pasal 4 ayat D. Aplikasi ini bisa berguna untuk mengevaluasi jumlah pelanggaran dalam masa pemberlakuan PSBB. Kami sebagai pihak perguruan ” ujar Eduart, saat diwawancarai.

Eduart menerangkan bahwa, aplikasi ini akan menjadi pegangan bagi aparat penegak hukum yang memantau pelaksanaan PSBB, seperti TNI, Polri dan Satpol PP di masing-masing pemerintah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Gorontalo.

“Pengguna aplikasi ini akan mencatat mulai dari waktu pelanggaran, nama, foto ktp, foto kendaraan, foto nomor kendaraan, jenis kendaraan dan keterangan pelanggaran. Nanti kami akan membantu dalam analisis data sehingga bisa menjadi bahan evaluasi pelaksanaan PSBB” ujarnya.

Eduart menambahkan bahwa pelaksanaan yang telah dicanangkan pada tanggal 4 Mei 2020 kemarin mesti disukseskan secara bersama-sama. Sebab, jika pelaksanaan PSBB ini tidak maksimal dan kemungkinan gagal, maka akan mahal harga yang harus dibayar semua rakyat. Izin penerapan PSBB pun terang Eduart sulit didapatkan, namun karena kolaborasi semua tokoh Gorontalo, Pemerintah Pusat langsung memberi izin penerapan PSBB di Gorontalo.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here