Jenazah PDP Gorontalo, 12 Jam Terkatung-katung Saat hendak Dimakamkan

126
Suasana AC (56) Pasien dalam pengawasan (PDP), saat dimakamkan, yang sebelumnya sempat mendapatkan penolakan warga/Foto Ist.

Gorontalo, (MEDGO.ID) – Nasib kurang beruntung menimpa AC (56) alias Ahmad  warga Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulondalangi, Kota Gorontalo, terkatung-katung sekitar 12 jam, belum dimakamkan karena mendapatkan penolakan warga. Padahal, hasil Swab Tes belum dikantongi, apakah positif atau negatif.

Berdasarkan penelusuran AC, memang sudah dilakukan rapid test positif, dan memilki riwayat penyakt kronis asma dan liver, dan sempat dibawah ke RS Aloei Saboe untuk melakukan perawatan pada Kamis (20/05), oleh keluarga.

Akhirnya, AC meninggal pada pukul 05.30 wita, pada Jumat (21/05). Saat akan dilakukan pemakaman, oleh pihak keluarga, oleh warga melakukan penolakan, dengan alasan beragam. Ada yang menolak karena, tersiar kabar jenazah meninggal karena covid, padahal hasil swab test belum ada.

Selain itu warga yang berada disekitar lahan pemakaman pemerintah, menolak karena lahan tersebut sementara dalam perkara sengketa, olehnya ahli waris masih menolak untuk dimakamkan pada lokasi tersebut.

Saat dikonfirmasi ke pihak pemerintah, terkait penolakan warga, belum ada yang dapat memberikan klarifikasi. Terkait status Swa Tes Covid-19 yang bersangkutan, pihak dinas kesehatan belum memberikan kejelasan apakah AC positif atau negatif Covid-19.

“Hasil tes Swab belum ada, ” kata Nur Albar Kadis Kesehatan Kota Gorontalo, saat dimintai konfirmasi terkait status covid yang bersangkutan.

Bersyukur ada warga yang mau menerima, almarhum untuk dimakamkan ditanah miliknya. sehingga dikabarkan bahwa almarhum sudah dikebumikan pada Kelurahan Dulomo, yang merupakan  lahan pemakaman keluarga milik Ekwan Ahmad, salah satu anggota DPRD Kota Gorontalo  pada 19 jam kemudian. (MDG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here