“Keputusan Akhir PAW Komisioner KPU Mitra di Tangan KPU RI”

67

Manado, MEDGO SULUT – Tahapan klarifikasi terhadap Komisioner KPU Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang akan dilakukan Penggantian Antar Waktu (PAW) tengah dilakukan oleh KPU Sulawesi Utara (Sulut).

Komisioner KPU Sulut Salman Saelangi menjelaskan, proses PAW yang tengah dilakukan tentunya berdasarkan aturan yang ada, yaitu UU No 7 tahun 2017 dan PKPU No 4 tahun 2020 (Perubahan atas PKPU No 7 tahun 2019), di mana KPU Sulut mendapat delegasi wewenang dari KPU RI untuk meminta dan/atau menerima berkas dari calon.

“Jadi tugas kami hanya menerima berkas dari calon. Berdasarkan aturan yang ada, sesuai nomor urut. Setelah berkas masuk, KPU Sulut melakukan klarifikasi dan verifikasi. Setelah selesai, berkas calon kemudian kami kirimkan ke KPU RI,” ujar Salman, Kamis (9/7/2020).

“Jadi, keputusan akhir PAW Komisioner KPU Mitra, ada di tangan KPU RI,” pungkasnya.

Baca juga: Tahapan PAW Komisioner KPU Mitra “Diawasi”

Untuk diketahui, dalam PKPU Nomor 4 tahun 2020 Pasal 34B ayat (1) disebutkan, ‘Penggantian antarwaktu anggota KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota yang berhenti, digantikan oleh calon anggota KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota peringkat berikutnya sepanjang masih memenuhi syarat sebagai calon anggota KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota.’

Sementara dalam ayat (2) dijelaskan, ‘Dalam hal calon pengganti antarwaktu anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak memenuhi syarat atau tidak terdapat lagi calon pengganti antarwaktu yang
memenuhi syarat, KPU melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon pengganti antarwaktu yang diambil dari semua daftar nama calon anggota KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota yang telah dinyatakan lulus tes kesehatan dan telah mengikuti tes wawancara.’

Dalam pemberitaan sebelumnya, LSM Gempindo Sulut meminta kepada KPU RI dan KPU Sulut agar bersikap netral dan objektif dalam proses PAW Komisioner KPU Mitra. Gempindo Sulut mengingatkan KPU Sulut agar tidak bermain-main dalam soal ini

“KPU Sulut agar maksimal melakukan klarifikasi, jujur dan selektif. Begitu juga KPU Republik Indonesia agar lebih jelih dan teliti mengenai kelayakan siapa yang akan menggantikan posisi Almarhum Irvan Rabuka sebagai komisioner KPU Kabupaten Minahasa Tenggara,” ujar Mirdad.

Menurutnya, Gempindo memperoleh data ada beberapa nama yang hasil test kesehatannya disebut kurang sehat.

“Juga data di kami, nomor urut 6 (enam) yaitu saudara Gladies Kowureng tidak mendapatkan izin dari Bupati Minahasa Tenggara selaku pembina kepegawaian karena yang bersangkutan adalah ASN di Kabupaten Mitra. Selain itu, peringkat ke 7, 8 dan 9 pun mempunyai hasil pemeriksaan kesehatan yang bermasalah alias kurang sehat,” terangnya.

”Peringkat 6 dari 10 besar seleksi KPU Mitra pada beberapa waktu lalu lewat surat keterangan dari pemerintah Kabupaten Mitra kepada KPU Sulut. Setelahnya, untuk peringkat 7, 8 sampai 9, yaitu saudara Hensli Peleng, Jefry Sumarauw dan Meldi Lontaan, telah dinyatakan tidak sehat pada tes kesehataan saat seleksi KPU Kabupaten Mitra pada beberpa waktu lalu,” tandas Mirdad.

 

[MDG-09]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here