[Makalah Pilkada] Adanya Money Politik Di Pilkada Kotamobagu

28
Money Politik Pilkada Kotamobagu
Ilustrasi (Foto SatuBMR)

 ADANYA MONEY POLITIK DI PILKADA KOTAMOBAGU

Oleh: Indri Rifka Jueni

(Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo)

 

ABSTRAK 

Pilkada adalah pemilihan serentak yang di adakan 5 tahun sekali.dan tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap politik uang (money politik ) pada pemililihan kepala daerah serentak , dan untu k mendeskrisikan factor-faktor yang mepengaruhi  masyarakat terhadah adanya money politik itu sendiri dan pada pemilihan  serentak. Dan pada penelitaan ini menunjukan bahwa pada umumnya masyarakat menyatakan bahwa benar adanya  money politik (politik uang) namun pada sebagian masyarakat mengatakan belum tau psti karna ada sebagian yang menyambunyikan itu semua dan membuat masyrakat menjadi tidak tau menau mengenai money politik atau politik uang  itu sendiri

 

Pilkada is a simultaneous election that is held every 5 years. And the purpose of this study is to describe the public perception of money politics in simultaneous regional head elections, and to describe the factors that influence society regarding the existence of money politics itself and at concurrent elections. And this research shows that in general the community states that it is true that there is money politics (money politics), but some people say they don’t know about it because there are some who hide it all and make people not know about money politics or money politics itsel

 

 

 

 

 

BAB I

Pendahuluan 

Masyarakat kotamobagu telah selesai menyelengarakan pesta rakyat atau pemilu yang dalam artian pemilihan umum  pemilihan umum yang di selengarakan merupakan pemilihan para anggota dewan legislatif. Pengertian pemilu di muat pada Pasal 1 butir (1) Undang- Undang Nomor 3 tahun  1999 tentang pemilihan umum. Pemilu adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat yang di laksanakan secara langsung umum bebas rahasia jujur dan adil dalam Negara kesatuan republic Indonesia berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar Negara republic Indonesia tahun 1945. Pemilihan umum itu sendiri di lakukan untuk memilih anggota dewan perwakilan rakyat . dewan pewakilan daerah presiden dan wakil presiden  untuk mendapat sebuah kursi  jabatan tentu saja demi mendapatkan jabatan tentu mereka harus melakukan pendekatan dengan  masyarakat , agar  mereka mendapat dukungan suara  yang di mana saat pemilu agar supaya calon legislatif  bisa menduduki kursi legislatif yang mana mengatasnamakan kepentingan rakyat.

Dalam pemilu biasanya calon legislatif mengadakan kapampanye di jalan-jalan dan memasang poster pada halaman rumah masyarakat yang memilih atau ada di pihak calon legislatif.poster-poster itu sendiri yang dimana di lengkapi foto-foto calon legislatif yang di mana gunanya agar masyarakat bisa mengenali tiap-tiap calon legislatif. Adapula calon legislatif yang menjanjikan sebagian masyarakat akan di bangunkan rumah, tempat-tempat ibadah dan juga jalan-jalan yang rusak.  Mereka  mengumbar janji itu semua mereka lakukan demi mengambil hati rakyat dan juga ada yang melakukan money politik. (politik uang).dan ada juga beberapa warga yang tidak setuju dengan adanya money politik karna mereka merasa itu adalah sesuatu perbuatan curang yang bisa merugikan sebagian masyarakat, dan masyarakat menyatakan tidak setuju dengan adanya politik uang pada pemilihana umum karena masyarakat menganggap bahwa dengan adanya politik uang akan membawa pengaruh negatif terhadap perkembangan pembanguan-pembangunan, ada pula masyarakar yang setuju dengan adanya money politik dengan alas an ekonomi yaitu calon legislatif memberikan uang sedikitnya dapat membantu beban kebutuhan sebagian warga .

Adapun faktor-faktor yang persepsi tiap-tiap masyarakat terhadap money politik itu sendiri, faktor yang pertama yaitu faktor internal yang berhubungan dengan kesesuaian antara kebutuhan masyarakat dengan adanya money politik itu sendiri yang di mana nilai yang berhubungan dengan kegunaan adanya money politik terhadap kehidupan masyarakat , dan faktor yang ke dua yaitu faktor eksternal yang di mana berkaitan dengan lingkungan yang di pengaruhi oleh adanya praktek money politik yang dimana masyarakat merasa terbantu dengan adanya money politik itu sendiri karna bisa mengurangi sedikit biaya mereka dengan adanya money politik itu sendiri sebagian masyarak telah mrasa senang karna bisa membantu faktor keuangan mereka .  Adapula bentuk-bentuk dari money politik itu sendiri ialah berupa uang tanda jadi dari calon legislatif uang harga nomor, uang pindah daerah pemilihan dan uang lainya. Namun tak satupun peraturan pemilu yang menjerat kegiatan tersebut (money politik) semua aktifitas di sini di anggap faktor internal  dengan masa pemilih bentuknya berupa sembako yang di bagi kepada masyarakat serangan fajar uang transpotasi saat mengikuti kampanye kredit ringan peminjaman dan lain sebagainya. Dalam pemilihan calon legislatif uang berperan ketat uang berpera hanya sebatas instrument peran pentingnya adalah bagaiman uang itu di gunakan masyarakat untuk mencoba mendapatkan pengaruh yang besar dan dengan bentuk sumber daya yang lain guna mendapatkan kekuasaan politik jadi politik uang adalah pemberian barang dengan maksud politik yang tersembunyi di balik pemberian ini praktik semacam itu jelas di katakan itu adalah illegal dan merupakan kejadian yang dapat mempengaruhi faktor politik itu sendiri.praktik-praktik seperti para kanidat telah membagi-bagikan uang kepada pemilih memberikan barang serta menyuap para pejabat penyelenggara pemilihan umum ata pemilu hal tersebut bermula sejak demokrasi di Indonesia di Indonesia pada akhir pada tahun 90an sehingga istilah dari pada money politik itu sendiri bisa di katakana ha yang tidak asing di kalangan umum ataupun kalangan masyarakat yang khususnya di Indonesia dan saat ini sebagian orang mengunakan istilah money politik untuk mengambrkan praktik yang merujuk pada distribusi uang tunai ada pula yang berbentuk barang dari calon  legislatif untuk masyarakat dan yang di mana sebagian masyarakat yang berekonomi lemah.

Dan saat kampanye calon legislatif memberikan sedikit uang agar mereka bisa terpilih untuk menjadikan itu senjata ampuh agar biasa menarik simpati masyarakat dengan memberikan money politik, yang dimana seharusnya tidak di jadikan sarana dalam mengsukseskan pemilihan umum itu sendiri  yang seharusnya mereka lakukan ialah dengan memberikan dedikasi yang seharusnya tidak harus memberikan seikat uang untuk mendapatka suara masyarakat itu sendiri dengan melalui money politik itu bukan ada pada tangan rakyat melainkan mereka merasa itu ada di bawa kendali uang atau money politik itu sendiri hal ini yang menyebabkan kualitas dari para pejabat public menjadi terabaikan sebab seseorang dipilih menjadi pejabat politik bukan karena kualitas atau kapasitasnya untuk menempati posisinya namun semata-mata karena memberikan uang  kepada parah pemilih menjelang pemilihan.

BAB II

 Kajian Teori

                Money politik dalam bahasa Indonesia yang artinya adalah suap dalam buku kamus besar Bahasa Indonesia adalah uang sogok politik uang adalah pertukaran uang dengan posisi / kebijakan atau keputusan politik yang di mana mengatasnamakan kepentingan rakyat namun sesungguhnya itu kepentingan pribadi atau kepentingan partai. Politik uang itu sendiri adalah suatu upaya memengaruhi orang lain atau masyarakat dengan mengunakan imbalan materi atau dapat juga di artikan yang di mana jual beli suara masyarakat pada proses politik itu sendiri politik dan kukuasaan serta tindakan membagi-bagikan uang baik itu milik pribadi maupun milik partai untuk mempengaruhi suara dari masyarakat money politik dapat di artikan sebagai upaya mempengaruhi perilaku orang lain dengan mengunakan imabalan tertentu ada juga yang mengartikan money politik adalah sebagai sarana jual beli sura pemilih pada proses politik seperti ini dan kekuasaan tindakan itu bisa terjadi dalam jangkauan yang besar dari pemilihan calon legislatif sampai pemilihan umum suatu Negara. Maka money politik adalah suatu tindakan yang di sengaja oleh seseorang atau kelompok dengan memberi atau menjanjikan uang pada masyarakat agar mengunakan hak pilihnya dengan cara tertentu atau tidak mengunakan hak pemilihnya untuk memilih calon legislatif tertentu atau dengan sengaja menerima atau memberi dana kampanye untuk kepada pihak-pihak tertentu.

Dengan demikian money politik ialah suatu bentuk pemberian atau janji-janji untuk menyuap seseorang supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan hak dengan cara-cara tertentu di saat pemilihan umum money politik bisa di berikan dalam bentuk uang maupun barang money politik umumnya di lakukan untuk bisa menarik simpati para pemilih dalam menentukan hak suaranya di tiap pemilihan umum. Berdasarkan pemikiran tersebur dapat di katakan bahwa money politik sasaran di sini yaitu pemilih pemulah di karenakan pemilih pemulah merupakan kalangan muda yang baru saja pertama kali akan mengunakan hak pilihanya dalam pemilihan umum atau pemilu selainitu pemilih pemulah yang di mana  belum memiliki pengalaman memilih sehinga pemikira politik mereka masi cukup minim atau di anggap  cenderung masi labil padahal keberadaan sangat potensi untuk menentukan pemimpin yang akan terpilih maka dari npada itu tim kampanye atau tim sukses mengangap lebih mudah mempengaruhi sasaran layaknya demi kesuksesan kampanye dalam pemilihan umum. Dalam masyarakat tidak terkecuali masyarakat yang religious uang memang sangat di akui sebagi senjata sebagai sarana senjata politik yang sangat [1]ampuh  atau strategis untuk mentlakukan kukuasaan karena pada dasarnya uang merupakan saudarah dari kekuasan itu sendiri uang ini merupakan faktor yang sangat penting dan berguna untuk mendongkrak personal untuk seseorang sekaligus dapat mengendalikan wacana yang terkait dengan sebuah kepentingan politik dan juga kekuasaan yang dimana sesorang lebih leluasa mempengaruhi dan memaksakan kepentingan pride mereka dan kelompok pada pihak lain yang melalui beberapa sarana yang di mana termasuk uang. Ada beberapa juga yang di berikan seperti sembako, yang di berikan para calon-calon legislatif, contoh nyata dari emberian sembako dengan mengirimkan kebutuhan sehari-hari seperti: minyak, beras, gula, dan sembako-sembako lainya bentuk ini biasanya sangatlah efektif karena sasarannya tepat yaitu pada masyarakat yang ekonomi lemah. Ada pula poitik yang dimana member pencitraan tebar pesona itu di lakukan para calon legislatif untuk mencari dan mendapatkan simpatik dari masyarakat, hal ini tidak sajah menguntungkan rakyat secara personal namun member juga fasilitas dan sarana umum, pencitraan politik ini tidak hanya di lakukan para calon-calon yang baru akan maju namun di lakukan juga para calon yang berniat untuk maju kembali di daerah pemilihan yang di jadikan alat sebagai simpati kepada masyarakat dengan menyediakan bahan bangunan dengan membantu pembanguan-pembanguna seperti masjid madrasah itu semua mereka lakukan demi mendapatkan simpati dan suara dari masyarakat. Ada pula strategi dari  money  politik itu sendiri adalah, yang pertama memberikan serangan fajar pada masyarakat serangan fajar sendiri adaah istilah yang di gunakan sebagai bentuk money politik yang mana dalam rangka membeli suara masyarakat yang berekonomi lemah yang mana serangan fajar ini di lakukan saat menjelang pelaksanaan pemilihan umum. Adapula mobilisasi ialah bisa terjadi pada saat kampanye masa bisa sajah terjadi yang di mana melibatkan masa dengan sejumlah uang untuk membuat ramai pada saat kampanye yang di adakan partai-partai politik pengunaan uang biasanya untuk uang transportasi uang makan  dengan harapan agar masa yang dating pasa saat kampanye akan memilihnya kelak pada saat pemilihan umum dalam hal ini yan g biasanya terjadi saling mempengaruhi kepada tokoh masyarakat  yang di jadikan untuk mempengarhi pemilih sesuai sesuai dengan pesanan kanidat tidak dapat di pungkiri bahwasnya masyarakat saat ini mau untuk mengikuti kampanye dengan Cuma-Cuma ada pula yang mengikuti  meinta uang dan bayar untuk mengikuti kampanye, yang pada dasrnya kampanye di tidak di perkenankan memberi uang atau materi lainya sebagai imbalan kepada peserta kampanye secara langsung maupun secara tidak langsung dalam hal ini baik strategi melalui serangan fajar maupun mobilisasi masa yang di lakukan oleh para tim kampanye  untuk menarik simpati parah pemilih bisa di berikan sebelum masa kampanye untuk menarik simpati parah pemilih yang bisa di berikan sebelum masa kampanye saat masa kampanye , pada masa tenang ataupun pada malam hari menjelang esoknya datang ke TPS serta bisa juga dengan cara meramaikan kampanye akbar berupa jalan sehat panggung hiburana patrol.

 

BAB III

PEMBAHASAN

  1. Tangapan masyarakat terhadap adanya money politik

Dengan adanya perkebangan money politik yang terjadi di kotamobagu menurut masyarakat money politik adalah sesuatu  hal yang merugikan yang sebaimana mensetnya adalah ketika kita adalah caleg atau calon legislatif kita seperti juga membeli hak suara masyarakat tersebut dan ketika apapunkebijakan- kebijakan yang akan di putuskan nanti masyarakat tidak dapat memiliki hak untuk mencegahnya.  namun kita harus juga melihat situasi di lapangan bagaimana hal-hal mengapa masyarakat mengambil dari pada uang suap atau money politik  tersebut adalah dukungan ekonomi pada masyarakat itu sendiri karena tidak semua masyarkat itu memiliki ekonomi yang sama dan merata ada juga masyarakat yang kurang mampu atau ekonomi yang lemah yang dimana memerlukan uang yang dimana mau tidak mau harus mengambil uang suap itu atau money politik guna menambah uang harian mereka dan dapat di gunakan sehari-hari. Dan bagaimana dengan janji-janji yang sempat di lontarkan parah calon legislatif terhadap masyarakat dan yang berhubungan dengan janji-janji dan itu adal bgian yang sangat lumrah pada saat menjelang pemilihan atau bersaing dengan calon legislatif yang lain  dan untuk maju sebagai calon legislatif itu sendiri dan itu semua harus mempunyai hasil atau kerja nyata namun lagi dan lagi kita harus melihat ke depan apakah itu kerja nyata ataupun hanya sebuah janji pada saat pemilihan apakah sudah terpenuhi ataunpun hanya sekedar janji , dan juga berkaca pada colon legislator sebelumnya hampir dari semua janji yang sempat di lontarkan mungkin ada beberapa yang tidak di penuhi ada sebagian juga yang terpenuhi namun mengingat ketika mereka sudah memiliki kekuasaan mereka sudah memiliki kepentingan-kepentingan danbisa sajah melupakan janji-janji yang sempat di lontarkan.

Adapulah sebagian besar masyarakat merasa senang dengan adanya money politik karena mereka meresa bisa terbantu dengan adanya money politik, namun adapulah sebagian dari dari masyarakat merasa tidak senang dengan adanya money politik yang dimana mereka merasa suara mereka tidak bisa di beli dengan uang dan itu bisa menjadi suatu apresiasi buat kita sendiri karna hal-hal seperti itu harus kita tanamkan pada diri kita dan masyarakat yang masi mengunakan money politik yang di mana harus kita hilangkan karna hal itu bisa merugikan untuk masyarakat jangan sampai dengan adanya money politik ini kita menjadi salah dalam memilih pemimpin kedepan dan bisa berpengaruh di daerah itu sendiri jadi kita harus menerapkan pemilihan no money politik jangan sampai daerah kita menajadi tidak maju karna adanya money politik itu sendiri karena money politik bisa merusak daya kerja dari pada calon legislatif

  1. Dampak adanya money politik di kalangan masyarakat

Money politik adalah suatu bentuk kejahatan saat menjelang  pemilihan umum money politik adalah bentuk suap menyuap yang berupa barang uang maupun sembako, dan money politik ini sendiri sudah tidak asing atau sudah menjadi kebiasaan atau kasus menjelang saat pemilihan umum dan itu selalu menimbulkan kericuan atau masalah antar partai money politik ini sendiri telah menjadi salah satu kebiasaan atau cirri khas para calon demi mendapatkan suara dan dukungan dari masyarakat dalam hal ini money politik dapat di katakan sebagai suatu bentuk pemberian atu janji menyuap calon pemimpin dengan menjanjikan sejumlah uang atau barang lainya yang dapat bernilai uang itu smua di lakukan untuk mepengaruhi masyarakat yang sudah terdaftar sebagai pemili atau yang sudah 17 tahun mereka melakukan perjanjian itu dengan yang di suap agar memberkan suaranya kepada calon legislator yang telah memberinya uang. Money politik ini sendiri bisa terjadi karena ada beberapa faktor yang misalnya seperti persaingan dan karna sebagian masyarakat mempunyai ekonomi lemah mereka menerima uang politik itu dengan alasan menambah uang keseharian mereka dan mreka pula belum faham betul dengan money politik ini sendiri yang dimana kekuasaann yang kelak akan di terima mereka yang di mana saat mereka menerima jabatan itu mereka menjadi lupa dengan janji mereka dan serta peraturan yang kurang maksimal dan masyarkat itu sendiri sudah tidak bisa lagi menuntut lebih karna itulah pilihan mereka dan harus memenuhi peraturan yang akan mereka buat dan adapula janji-janji yang tak terlaksana itu hanyalah pemanis kata mereka agar mereka bisa mendapat simpati dari masyarakat-masyarakat itu sendiri namun masyarakat masi belum ngeh dengan permainan money politik itu sehinga mereka terbuai dengan janji dari calon legislator dan sejumlah uang yang di berika masyarakat tidak berfikir bahwasanya kedepan itu bagauaiaman apakah membaik ataukah memburuk. Dan dampak lain yang terjadi dengan adanya money politik ini sendiri adalah sangatlah merugikan baik bagi masyarakat ataupun kanidat yang melakukannya bagi kanidat yang telah melakukan money politik tentu sajah bisa mencoreng namanya sendiri dan selain itu pasangan yang terpilih juga mendapat sangsi yang tidaklah mudah dan bisa sampai di diskualifikasi yang dimana tentu sajah tidaka menjadi tujuan dari calon pasangan itu sendiri. Yang di mana money politik ini bisa membuat masyarakat melakukan haal curang karna berkaca pada calon pemimpin itu sendiri dan bisa juga berdampak pada calon  legislator itu sendiri karna yang awalnya curang bisa juga berdampak pada kedepan saat sudah mendapaatkan kekuasaan bisa sajah menyalahgunakan jabatan seperti korupsi, memberikan kerugian pada masyarakat banyak hal-hal yang terbengkalai itu semua bisa terjadi jika berawal dari money politik itu lah faktor atau dampak dari pada mengunakan money politik pada saat pemilihan umum.pemberian uang pada sejumlah masyarakat menjadi salah satu fenomena korupsi yang begitu buruk money politik itu sendiri merupakan pemberia sejumlah uang pada beberapa pihak masyarakat yang di mana sebagigantinya adalah hak masyarakat untuk memilih di berikan pada mereka dan biasanya money politik seperti ini di saat pemilihan kepala daerah yang pada dasrnya money politik ini sendiri adalah suatu pelangaran kampanye selain itu pula money politik ini menjadikan kualitas SDM menjadi memburuk bukan malah berkembang melainkan menjadi memburuk karna money politik adalah suatu perbuatan yang salah karna yang mana hak masyarakat yang terlebih ekonomi lemah seperti di belih begitu sajah. Jika seorang pemimpin yang mengunakan money politik atau menyuap tentu pemikira mereka hanya suatu kecurangan pada saat menjalankan kepemimpinan musyawarah yang telah di lakukan hanya menjadi sandiwara panging demi mendapat suara dan simpati dari masyarakt itu sendiri pemimpin yangb hanya berlandaskan kekuasaan dan jabatan semata dengan demikian daerah bukan membaik dan majuh malah yang akan terjadi sebaliknya akibat dari pemimpin yang tidak berkualitas yang hanya berlandaskan uang suap. Money politik ini sendiri bertentangan dengan pancasila yang terutama pada sila keempat yaitu berbunyi Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, hal ini karena dengan adanya money politik maka demokrasi tidak akan berjaan dengan baik yang di mana seakan-akan aspirasi rakyat yang tidak penting dan di buang begitu sajah.

  1. Kebiasan politik dari masyarakat

Yang mana masyarakat selalau berangapan bahwa menerima money politik adalah hal yang sangat begitu lumrah dalam setiap pemilihan umum karena hal itu selalu di lakukan setiap pemilihan dan ini money politik bukan menurun malah bertabah atau meningkat. Adapulah faktor lain yaitu faktor kondisi ekonomi masyarakat itu sendiri yang di mana kondisi ekonomi yang minim sehinga dengan adanya money politik inimenjadi gambaran kekurangan ekonomi suatu masyarakat maka dari pada itu saat pemilihan umum mereka memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang mendapatkan uang, tak luput dari itu masyarakat yang berpir seperti itu adalah sebagian masyarakat yang masi awan atau belum faham akan apa itu money politik yang di mana sebenarnya pemilu tidak hanya perihal memilih ataupun di pilih melaikan mencari siapa pemimpin yang bisa member perubahan yang besar untuk kedepanya bukan hanya erihal adanya money politik itu sendiri. Minimnya pemahamanmasyarakat tentang ketentuan pemilihan umum sehinga terjadinya money poitik pemilih tidak memiliki inisiatif untuk melapor pada pihak berwenang seperti bawaslu itu pula mereka belum mengetahui bagaimana hakekat dari pada pemilihan umum masyarakat atau pemilih masi sangatlah awam dalam mengenali hakekat dalam pemilihan sehinga mereka tidak berpikir  ketika saat pemilu adanya money politik dan ini di ukur dari pada semakin meningkat nya praktik money politik di kalangan masyarakat,

  1. Akibat atas terjadinya money politik

Pemilu atau pemilihan umum merupakan suatu sarana untuk mengfasilitasi proses perebutan suara rakyat untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemilihn umum sebagai pemenang kedaulatan dalam pebuatan suatu mandate harus mengadakan kampanye yang satu yang begitu lumrah di mata masyarakat.

Politik uang atau money politik membuat martbat masyarakat mejadi rendah sebab suara atu hak pilih akan di beli oleh calon legislator, para calon legislatif yang mengunakan uang untuk membelih hak pilih masyrakat telah nyata merendahkan masyarakat yang di mana suara dan martabat masyarakat hanya mereka nilai mengunakan uang yang seharusnya tidak sebanding dengan apa yangt mereka akan dapatkan lima tahun kke depat proses ini merupakan akibat dari konsekuensi money politik ini sendiri martabat masyrakat terjadi karena kurang du junjungnya hak asasimanusia para calon legislatif yang di mana memberikn sejumah uang pada masyarakat. Adapulah yang mengatakan money politik adalah je bakan bagi masyarakat seseorang yang memanfaatkan money politik uang sebagai cara untuk mencapai tujuan mereka yang dimana mereka telah menyiapkan perangkap bagi masyarakat untuk menjebak yang mana dalam hal ini rakyat tidak di ajak untuk berjuang bersama memperjuangkan agenda perubahan namun di orientasikan hanya untuk memenangkan sang calon terpilih maka tidak ada sesuatu yang di perjuangan karena calon sibuk dengan 5 tahun ke depan.yang di mana politik uang akan berahir pada korupsi yang marak terjadi yang di mana terjadi kerja sama antara eksekutif dan legislatif kehadiran legislatif yang mempunyai fungsi control atau pengawasan tidak dapat berfungsi secara maksimal ini berkaitan dengan deimana motivsai di lakukanya korupsi adalah untuk mengembalikan kerugian yang terjadi pada saat pemilihan dan kampanye di mana sang calon money politik dalam membeli suara masyarakat tak luput dari itu money politik dapat membunuh transformasi masyarakat perubahan masyarakat kea rah yang lebih baik akan menjadi terhambat dengan adanya money politik ini jika dalam demokrasi selalu di dominasi dengan money politik maka kapan daerah tesebut akan menjadi maju jika aka selalu menerapkan money politik maka daerah itu tidak akan memberikan perubahan yang nyata hanya habis dengan janji para legislator itu sendiri untuk masyrarakat namun tak mempunyai hasil yang nyata.

 

BAB IV

KESIMPULAN

Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya money politik ini sendiri ialah berawal dari perekonomian yang lemah itu faktor besar yang paling utam namun jika kita masi terus terpaku dalam kondisi money politik ini sendiri kapan daerah kita kan maju jika kita selalu berpegang dengan money politik ini apa yang akan terjadi untuk kedepanya, seharusnya kita harus melakukan perubahan besar dengan memilh pemimpin yang jujur dan amanah akan tiap apa yang di janjikan pada masyarakat bukan malah member dampak buruk untuk kedepannya karena dari hasil penelitian yang saya lihat adanya money politik membawa dampak buruk bagi masyarakat membawa keterpurukan daerah, koruptor dimana mana itu semua di sebabkan dari awal bersaing sudah melakukan kecurangan maka dari itu terbawa-bawa sampai saat sudah memiliki jabatan.

[1] Moh Mahmud MD dan pilar-pilar demokrasi( Yogykarta penerbit gama media. 1999)

2.miriam budiardjo dasar-dasar ilmi politik (Jakarta:PT gramedia 2010)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here