Setelah 14 Jam Pencarian, Nelayan Asal Lembeh Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Laut Tagulandang

79
Evakuasi jenasah Febrian Panggulu di Pulau Tagulandang Kab. Sitaro. /ist

Bitung, MEDGO SULUT – Pencarian terhadap Febrian Panggulu (47), nelayan asal Desa Batulubang, Kecamatan Lembeh Selatan, Kota Bitung yang jatuh dari pajeko tempat ia bekerja pada Selasa (19/5/2020) pukul 02.10 wita, akhirnya membuahkan hasil.

Setelah melakukan pencarian selama 14 jam, tim SAR berhasil menemukan korban di pesisir pantai Pulau Ruang, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro pada Selasa (20/5/2020) pukul 08.00 wita.

Informasi yang didapat wartawan media ini, melalui Dan Posal Tagulandang Sertu Saa Yales W Saputra, bahwa pencarian terhadap korban dilakukan dua hari pada Selasa dan Rabu (20/05/2020) pukul 06.00 Wita pasca menerima laporan warga.

“Kemarin (Selasa, red) kita seharian penuh melakukan pencarian terhadap korban, dan hasilnya masih nihil,” ujar Yales.

Dan hari ini, sambungnya, pencarian kembali kami lakukan, dengan menyertakan empat orang penyelam.

“Sekitar pukul 07.00 wita, kegiatan SAR pencarian korban ini, kita laksanakan penyelaman disekitaran pajeko KM Imanuel Jaya (nama kapal ikan tempat korban bekerja, red) dengan jarak kurang lebih seratus meter dari tempat korban jatuh,” tutur Yales.

Lebih lanjut lagi, Danposal Tagulandang ini mengatakan bahwa setelah hampir satu jam melakukan penyelaman yakni sekira pukul 08.00 wita, korban berhasil ditemukan oleh penyelam yang bernama Darius Daeng dikoordinat 2°20’25” U 125°22’54” T.

“Setelah kurang lebih satu jam dilakukan penyelaman, korban berhasil dikoordinat 2°20’25” U 125°22’54” T atau tepat didasar laut dibawah kapal pajeko tersebut,” terang Yales.

Selanjutnya korban diangkut ke Perahu Karet, dan diantar menuju Pesisir Pantai Bahoi untuk diserahkan kepada Tim Medis RSUD Tagulandang.

“Setelah tiba di Pesisir Pantai Bahoi selanjutnya Korban di Evakuasi oleh Polsek dan Koramil Tagulandang selanjutnya di bawah ke RSUD Tagulandang,” tutur Yales lagi.

Ketika disinggung soal penentuan titik lokasi penyemalaman yang benar-benar tepat dengan posisi korban, Yales Saputra mengatakan bahwa pihaknya hanya menindaklanjuti permintaan keluarga korban yakni mencoba menyelam di bawah perahu pajeko tersebut.

“Jadi keluarga korban sempat menghubungi tim doa di kota Manado, dan oleh tim doa tersebut direkomendasikanlah titik penyelaman itu.Nah sebagai orang beriman tentu kita wajib menindaklanjuti itu.Dan hasilnya syukur alhamdulilah, korban berhasil ditemukan,” tandasnya, dilansir dari JournalTelegraf.

Sekedar diketahui bahwa korban Febrian Panggulu jatuh dari pajeko tempat ia bekerja, di pesisir pantai Pulau Ruang, Kecamatan Tagulandang pada selasa (19/5/2020) pukul 02.10 wita.

Informasi lain yang didapat, bahwa setelah dari RSUD Tagulandang, jenasah korban disemayamkan dirumah ponakan korban di Kelurahan Bahoi, Kecamatan Tagulandang, dan selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman umum Kelurahan Bahoi.

(*/MDG-09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here