Viral Video Penertiban Takjil, Ini Penjelasan Kasatpol PP Manado

229
Screenshot video viral penertiban takjil di Manado.

Manado, MEDGO SULUT Jagat media sosial di Kota Manado dibuat heboh dengan beredarnya sebuah video penertiban penjual Takjil, Selasa (28/4/2020).

Dalam video itu, sempat terlihat aksi dorong mendorong dan kejar-kejaran antara Anggota Satpol PP Kota Manado dan warga yang berjualan.

Menyingkapi beredarnya video tersebut, Kasatpol PP Kota Manado Yohannis Waworuntu angkat suara.

Menurutnya, mengingat protokol kesehatan dalam upaya percepatan penanganan penyebaran Covid-19, maksud dan tujuan kami dari Satpol PP baik, untuk keselamatan semua warga, dalam rangka hindari kerumunan/kumpul-kumpul orang banyak saat beli ta’jil tersebut.

“Jadi saran kami, silakan jual door to door service/dinamis, berjalan dari rumah ke rumah bukan statis berdiam di suatu tmpat, terlebih di trotoar/pinggir jalan yang berpeluang dan berpotensi menimbulkan kerumunan orang. Bahaya dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona,” ujar Kasat Waworuntu, Selasa (28/4/2020).

 

Berikut penjelasan lengkap Kasatpol PP Kota Manado yang diterima media ini:

Kawan-kawan Yth..

Kami Satpol bermaksud dan bertujuan baik, yaitu untuk keselamatan semua warga, dalam rangka hindari kerumunan/kumpul-kumpul orang bnyak saat beli ta’jil tersebut, mengingat protokol kesehatan dalam upaya percepatan penanganan penyebaran Covid-19.

Jadi saran kami adalah silahkan jual door to door service/dinamis, berjalan dari rumah ke rumah, bukan statis berdiam di suatu tempat. Terlebih di trotoar/pinggir jalan yg berpeluang dan berpotensi menimbulkan kerumunan orang, bahaya dlm upaya memutus rantai penyebaran Covid.

Jadi peringatan sudah disampaikan sebelumnya oleh aparat pemerintah steempat, baik camat, lurah ataupun pala., ditambah juga Satpol sehari sebelum penertiban kemarin dan sudah diingat-ingatkan bahwa besok tidak dperkenankan lagi untuk berjualan ta’jil di lokasi tersebut, tp knyataannya masih juga (jualan). 

Memang benar bahwa hal ini serba sulit mengingat akan berpengaruh di perekonomian mereka, tapi katnya _lebe bae miring dari pada tapalaka_, mksdnya _*lebih baik menderita/siksa, daripada menyesal kemudian_* (kalo gak minta-minta ada yang terinfeksi covid dan menyebar pada banyak orang)?

Dalam hal ini barangkali akan dberikan kebijakan berjualan apabila dalam kondisi normal (tak ada covid), tapi sekarang kan sama-sama kita ketahui bersama adanya penyebaran Covid ini?

Jadi awalnya, penjual ta’jil yang ditertibkan di depan sudah memahami dan tidak memasalahkan, hanya saja yang di dalam lorong yang mengawali membuat keributan tersebu yaitu dengan _*melempar batu besar*_ dan mengena pada anggota kami, An. Melki Mokoginta.

Anggota kami masuk ke lorong untuk mengejar si pelempar batu besar tersebut untuk diberi pembinaan dan arahan, namun dihalangi oleh oknum warga.

Demikian yang terjadi, tidak ada mklaksud jelek, tapi kesemuanya untuk keselamatan kita bersama warga Kota Manado yang kita sama-sama cintai dan sayangi.

 

(MDG-09)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here