Viral Video ‘Sogok’ Keluarga PDP, Dirut RSPK: Tidak Benar! Itu Uang Kemanusiaan dan Kepedulian

198

Manado, MEDGO SULUT – Rumah Sakit Pancaran Kasih (RSPK) membantah dugaan ‘penyogokan’ ke keluarga PDP yang meninggal dunia, sebagaimana rekaman video viral yang beredar di media sosial pada Senin (1/6/2020) kemarin.

“Iya video itu terjadi sore hari di Pancaran Kasih. Namun kami tidak menyogok mereka. Apa untungnya bagi kami? Apakah mereka punya bukti itu uang sogok? Jadi, isu sogok itu tidak benar!” tegas Dirut RSPK dr Frangky Kambey, Senin (1/6/2020) malam.

Dilansir dari manadonews, Dokter Frangky menambahkan, pihak rumah sakit termasuk dokter, perawat dan tenaga medis hanya menjalankan tugas negara menangani pasien.

“Kalau lepas kami akan dituntut negara. Soal status ODP, PDP, positif atau negatif Covid-19 itu wewenang Gugus Tugas. Penentuan positif atau negatif berdasarkan hasil swab PCR,” paparnya.

Penyataan Dirut RSPK dibenarkan oleh Anggota DPRD Manado Suryanto Yusuf. Aleg yang membidangi kesehatan ini menuturkan, info dalam video yang viral tersebut tidak benar.

“Senin malam pukul 21.30, dirinya sudah ditelepon langsung direktur RS Pancaran Kasih. Yang benar adalah pemberian uang rasa kemanusiaan dan kepedulian pihak RS kepada petugas keimaman berjumlah 500 ribu rupiah untuk pembelian baju hazmat dan APD lengkap, honor pak imam dan petugas keimaman yang memandikan dan mengkafani jenazah. Untuk mencegah penularan. Untuk masalah protap dan SOP sudah sesuai,” beber Yusuf.

Sementara itu, terkait informasi Aleg Manado bahwa pemberian uang RS itu untuk pihak-pihak yang terlibat dalam pengurusan jenazah PDP, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel mengatakan hal itu tidak diatur dalam SOP.

“Dalam SOP tidak ada kebijakan pemberian uang kepada keluarga. Tetapi yang saya tangkap di dalam status doker Suryanto, disebutkan bahwa uang diserahkan kepada imam yang dipanggil oleh pihak RS untuk memandikan dan mensholatkan jenazah,” terang Dandel.

“Nanti kami minta Dirut RSPK untuk memberikan keterangan secara resmi kepada masyrakat dan media, supaya tidak ada simpang siur seperti ini,” kuncinya.

Diketahui, video viral ini berawal dari penolakan keluarga untuk memakamkan jenazah sesuai prosedur Covid-19.

Jenazah tersebut merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) warga Kecamatan Singkil, yang meninggal dunia di Ruang ICU Isolasi RSU Pancaran Kasih GMIM Manado, Senin (1/6/2020) sekitar pukul 13.30 Wita. Pasien yang masuk rumah sakit (RS) sejak 26 Mei lalu itu, diketahui masuk kategori PDP lantaran didiagnosa mengalami Pneumonia dan kehilangan kesadaran.

Dalam video tersebut, anak pasien menerangkan, bahwa pada saat selesai memandikan jenazah ayahnya, pihak RS (dalam hal ini dokter yang menangani) memberikan uang kepadanya agar jenazah tidak lagi dibawa ke rumah dan langsung dibawa ke lokasi pemakaman untuk dimakamkan sesuai prosedur Covid-19.

Keterangan ini dikatakan di hadapan massa yang ikut menjemput jenazah. Kemudian timbul reaksi dari massa sehingga pihak keluarga beserta massa menerobos ruang jenazah, dan langsung mencari jenazah untuk dibawa ke rumah duka.

(MDG-09)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here